Entry: Tips & Trik Mar 12, 2007



 reagantobing

Kiat Menembus Interview

Saat ini banyak lulusan SMU dan perguruan tinggi yang kebingungan tidak tahu harus berbuat apa. Setelah lulus mereka lalu memperbanyak legalisir ijazah sebanyak-banyaknya untuk dikirim ke berbagai instansi baik swasta maupun negeri.

Bagi yang mendaftar di suatu institusi atau yang mau pindah kerja, ada satu hal yang harus mereka lewati dan sangat menentukan, yaitu INTERVIEW. Setelah lolos dari tes tertulis maka akan melanjutkan ke tahap interview atau wawancara. Dalam wawancara akan banyak membahas mengenai diri kita. Ini terjadi karena ada kemampuan komunikasi verbal dan non-verbal yang tidak kita sadari tapi dipantau oleh interviewer.

Ketika kita melamar ke suatu perusahaan, sebaiknya kita mengenal dulu dengan baik perusahaan yang dimaksud. Sebaiknya kita mengetahui dulu perusahaan yang kita lamar itu seperti apa. Akan lebih baik, jika kita mendapat informasi langsung, mungkin ada teman-teman kita didalamnya, mungkin bisa kita cari informasi dari berbagai sumber. Karena ini sangat penting dan membantu pada saat tahap interview berlangsung.

Karena recruitment memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka perusahaan tidak menghendaki setelah diterima kerja, tapi tidak lama kemudian mengundurkan diri.


  1. Potensial, tapi kok gagal

Interviewer sebenarnya tidak mengingingkan situasi yang tidak menguntungkan seperti itu, karena test wawancara tidak seperti ujian pendadaran, tapi malahan mencari yang terbaik. Interviewer menginginkan kondisi sebaik mungkin agar semua potensi bisa digali. Persoalan yang muncul kemudian adalah biasanya muncul penyakit yang bisa merusak suasana, kita justru tidak bisa konsentrasi. Apalagi bagi calon yang "kuper" atau text book thinking, pada saat harus berkomunikasi dan dihadapkan dengan situasi yang mengejutkan, maka akan kelihatan.

Test wawancara biasanya diletakkan pada tahap akhir. Dengan pengertian bahwa seleksi pada kemampuan dasar sudah lolos, sehingga diharapkan saat wawancara peserta sudah memenuhi standar. Maka pada test wawancara ~biasanya~ kelebihan apa yang dicari akan muncul dari kandidat-kandidat yang lolos.


  1. Kompetensi dan gaji yang diinginkan

Kita harus mampu menunjukkan semua kemampuan diri kita, karena dalam wawancara hakekatnya sedang bertanding. Dari sisi visual, harus kita perhatikan, misalnya warna baju yang kita pakai atau pakailah parfum yang sesuai, jangan sampai mengganggu suasana.

Memang ada pertanyaan jebakan yang selalu ditanyakan oleh interviewer, misalnya mengenai gaji. Dalam masyarakat kita hal ini sering dianggap tabu. Tapi kalau di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan justru itu yang pertama kali ditanyakan.

Oleh sebab itu, jika ada pertanyaan tentang gaji yang diminta, jawaban tergantung bagaimana Anda bisa menilai diri secara proporsional. Selama wawancara kita harus mengedepankan etika dan sopan santun.


  1. harus dihindari saat wawancara

Ada peserta test wawancara yang sangat polos. Ketika ditanya tentang test wawancara yang pernah diikutinya, dia menjawab bahwa dirinya sudah sering ikut wawancara dan gagal. Ini justru yang membuatnya tidak diterima, jadi kita boleh men-scenario diri kita supaya lolos.

Pertama, jangan bersikap pesimis. Pernyataan yang pesimis menimbulkan keraguan pada penanya.

Kedua, kita harus menunjukkan sikap yang positif. Tunjukkan bahwa Anda bisa melakukan tugas dengan baik dan tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk bekerja. Kemudian yang harus Anda hindari adalah jangan mengatakan tidak bisa atau menolak. Bila ada pertanyaan sesuatu jangan sekali-kali langsung counter secara defensif, seolah-olah Anda dipojokkan atau lebih tahu.


  1. penggunaan jawaban "saya coba"

Ini tidak menjadi masalah. Sebagai seorang pendatang baru kita akan banyak beradaptasi dengan lingkungan baru. Kalau ditanya bagaimana program Anda selama satu bulan pertama bekerja, jelaskan bahwa Anda akan membaca lingkungan dahulu. Bagaimana saya harus menyikapinya kemudian akan berusaha adaptasi sebaik mungkin dan akan belajar dan mengembangkan apa yang saya miliki.

Kadang juga ada pertanyaan tentang penempatan kerja, Anda mau ditempatkan dimana. Jangan dijawab dengan Anda mau ditempatkan dimana-mana, sehingga tidak ada reserve, yang akhirnya justru pewawancara menilai kita tidak mempunyai kelebihan lain.


  1. wawancara dan masalah pribadi

Ini persoalan yang cukup mengganggu. Ada waktunya pada saat kita diwawanca pada saat mengalami masalah dan tidak bisa berkonsentrasi. Pada saat serius tiba-tiba ditanya mengenai hal pribadi. Misalnya, ditanya mengenai istri atau suami. Atau ditanya mengenai memiliki rumah atau tidak. Pada saat menghadapi masalah seperti ini kita harus memiliki sikap profesional dan bisa lebih siap untuk melupakannya. Pada saat wawancara, profesionalitas kita memang sedang diuji, dan itu latihan pertama buat para fresh graduate. Sebab pada saat kita bekerja, akan selalu muncul masalah yang diluar perkiraan kita.


  1. pandangan mata saat wawancara

Saat mau masuk ruangan wawancara, kita harus sudah betul-betul prepare semuanya. Kita harus merasa ada kamera yang sedang mengarah ke kita. Pandangan mata jangan sampai ke bawah, posisi badan harus tegak, jangan bungkuk agar terlihat tegak dan siap.


  1. wawancara dalam bahasa asing

Dalam perusahaan yang mempunyai global networking, biasanya ada test presentasi secara verbal dengan bahasa asing, meskipun dalam pengumuman lowongan tidak disebutkan. Sekarang hal itu sudah menjadi kebutuhan mendasar, minimal ada bentuk presentasi mengenai diri kita.

Kita harus optimis menghadapi wawancara, karena akan sangat menentukan jalanya wawancara. Proses wawancara memang sangat sebentar, paling lama 30 menit, tapi waktu yang sangat sebentar itulah yang akan menentukan kehidupan kita selanjutnya. Dalam suasana yang tidak seimbang antara pencari kerja dan lowongan kerja ini menyangkut manajemen citra bagaimana mengatur citra agar interviewer memilih kita.






   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments